
Upsss salah judul.
Nggak juga.
Salah ketik, Bukan juga.
Lalu apa ?
Gak ada yang salah, memang judulnya benar WANG MAHA KUASA.
He.he..he.. plesetan UANG MAHA KUASA.
Loh koq Uang ?.
Bukannya yang Maha Kuasa hanya Allah ?
Betul, dan itu Haqiqi.
Tapi ini juga cerita nyata bahwa di Negeri yang berlandaskan pada Ketuhanan yang maha Esa, dan di dasari dengan Hukum ternyata yang berkuasa adalah WANG.
Hmmmm...... Sayup menghentak Iwan Fals dengan Pesawat tempurnya berteriak parau.
" Penguasa-penguasa. Berilah Hambamu Uang ! ".
Tau yang nyetel lagu Iwan Fals siapa, koq ya pas ama suasana hati.
Syairnya mantabhsss...penuh kritik sosial. Tapi ehhhh.... la koq diganti.
" Ada uang Abang disayang....", tulit-tulit disambut Alunan seruling maut iringi hentakan Kendang yang mendut-mendut.
Ya, ternyata memang benar adanya. Bahwa uang adalah Maha dari segala dewa.
Karena ia orang lupa segala,
Lupa anak,
Lupa Istri/Suami,
dan Lupa Iman. ( Tuhan kalah dalam periode ini, apalagi Hukum yang hanya ciptaan manusia ).
Adalah Lagu lama ketika Ekspos tentang Istana didalam Bui terungkap.
Karena semua sama-sama tahu,...
Kata penyanyai Dangdut lagi..,"T...S...T.... tahu sama tahu". ( Terus mang ampai
pagi ).
Benar, semua tau bahwa di setiap Tlatah Jajaran Kekuasaan di Negeri ini WANG yang berkuasa.
Bolehlah Kepala Kejaksaannya si Anu, tapi kalau ada uang ia yang berkuasa.
Bolehlah Kepala Pemerintahannya si Ono, tapi kalau ada Uang Cingcai-lah.
Bolehlah Kepala Polisinya si Eno, tapi kalau ada Uang.... bukan saya yang minta lohhh.....
Bolehlah Kepala Sipirnya si Entu, tapi kalau ada Uang... boleh Ngapling kan ? Ohhh...boleh-boleh.
Bolehlah si Dia istrinya si Entu, tapi kalau... upssss.....
yang ini DON TRY THIS AT YOUR LIFE.
Tapi sejijik-jijiknya diri ini memang begitulah keadaannya.
Lalu mau jadi apa Negeri ini....
OOOOOO......
DUNYO GONJANG GANJING
Tinggal tunggu Kuasa TUHAN berbicara.
dan tunggulah hingga saatnya Sang Maha-maha Berkuasa berfirman:
" OKELAH KALAU BEGITU !!! ".
Maka semua hening,
Senyap,
Rata....Lengang.
Dan tak lama kemudian,
" JAKSA UUURRRIIIIPPPP MAJU KAU !!!!"
" ARTALITAAAAAAAA SINI KAUUUUU !!!!!"
DI SINI UANGMU TAK BERLAKU !!!!!
dan melesaklah cemeti api sebesar tugu monas menghempaskan tubuh ringkih mereka.




