Jumat, 03 Desember 2010

TOLAK PAJAK WARTEG


Setelah tiarap untuk sekian lama.

Bukan karena menghindari abu merapi.

Bahkan bukan pula menyiapkan diri ikut Referendum Yogya.

Tapi semata-mata ingin mengabdikan diri secara penuh, kepada keluarga tercinta.

( Mau bilang ngopeni/Ngemong bayi malu )



Yak…..

Hampir lima bulan ini boro-boro ngeblog, blogwalking atau Update Blog.

Kadang baru megang Keyboard si-Dede udah ,”Owwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….!”.

Sering pula baru nglirik Mouse yang kerlap-kerlip menggoda Teriakan Kencang menggema,” HOEEEEEE !!!”.

( Masa sih bayi 5 bulan udah bisa ngomong gitu ? )

He..he..he..he…. yang ini bukan suara si-dede, tapi suara Emak-nya Nyuruh ganti Pampers si-dede.



Maka Otomatis selama lima bulan ini aku Vakum di dunia Bloging. Entah berapa ribu surat dari fans mengalir tiada henti kayak air Pam. ( Yang ini bohong pasti. Pam kan sering mampet ! )

Dan baru kemarin kesadaran akan Blog yang telah lama kutinggalkan muncul.

Pasti karena berita SBY Sultan ?........ bukan !.

Tentang Sumiati ?..............................itu juga bukan !.

Atau Wikileaks ya ?............................itu juga bukan !.

Lalu apa Dong ???



Sabar….., semua itu karena istriku.

Loh emang Istrinya diriku menjadi berita ya ?

Emang Istrinya diriku Artis ya ? ………………… Bukan, walau secara Jujur wajahnya sih kayak artis.



Ya semua itu karena istriku sepulang dari pasar bilang bahwa Warteg mau dikenai Pajak.

Busyet !!! Udah Gila apa nih Pemerintahnya.

Ditengah kesulitan ekonomi seperti sekarang ini Pemerintah masih dengan Nekatnya mengeluarkan Kebijakan yang mencekik Rakyat.

Belum terlupa di Ingatan kita betapa Gempuran Tekstil dari Luar menggelontor tak terkendali hingga mengakibatkan Kolapsnya dunia perkonfeksian, korbannya rakyat kecil.

Lalu Kebijakan Subsidi BBM dengan segala Polesan Lipstiknya yang ternyata berujung melonjaknya harga bahan pokok, korbanya rakyat kecil.

Dan terakhir isu naiknya tariff listrik yang kembali memaksa harga yang sudah naik kembali naik lagi, korbanya rakyat kecil.

Lah sekarang Warteg dan sejenisnya mau dipungut Pajak, korbanya rakyat kecil.



Lalu kemana itu wakil rakyat ?

Masa kebijakan yang tak pro rakyat koq bisa lolos.

Apa bener kata Mbah Bejo kemarin dulu,” Kursi nek empuk biso gawe moto merem”.

( Kursi Empuk /Jabatan bisa membuat gelap mata/hati ).



Kalau begitu mulai besok Seluruh Pejabat, baik eksekutif , Legislatif dan Yudikatif saya serukan jangan pakai Kursi.

Terus pakai apa ? LESEHAN !!!

Walah malah anteng Turune…………,( Lelap Tidurnya ).

Maka tamatlah Indonesia.

Dan Jayus-jayus kecil tertawa ria.

…..OBYEKANNNN !!!!...... OBYEKANNNNNNNN !!!!!!!

5 komentar:

  1. Wah, kasihan juga kalau warteg2 dikenakan pajak... sementara pengusaha2 besar malah bisa menghindar dari pajak.
    Makin rumit aja permasalahan di negeri ini.

    BalasHapus
  2. betul nih.... Pemerintahe dah tak punya hati nurani.

    BalasHapus
  3. @Mak Reni : Betuk Mak.... makin kacau nih.
    @John : Ha-ah. Apa Kudeta aja ya ?

    BalasHapus
  4. hahahaha...jadi kalo pemilu rebutan lesehan donk, tidak rebutan kursi hahahaha... lucu juga, bisa di jadikan inspiring .....



    visit n coment balik yaaa

    BalasHapus
  5. ada ada aja ya pemerintahan kita...tidak memikirkan rakyat kecil seperti meraka..hehe

    BalasHapus

Bila ingin Mendampratku Silahkan,....